tautekno.id — WhatsApp merilis pembaruan besar-besaran untuk tiga fitur keamanan utamanya. Langkah ini dirancang untuk menutup celah peretasan akun, menyulitkan pihak yang tidak bertanggung jawab membobol akses pengguna, sekaligus memudahkan pemulihan akun saat hendak login kembali.
1. Pembaruan Verifikasi Dua Langkah
Pembaruan paling signifikan terlihat pada fitur Verifikasi Dua Langkah (Two-Factor Authentication/2FA). Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2017, sistem keamanan tambahan ini hanya mengandalkan kode PIN standar berupa enam digit angka. Kini, pengguna WhatsApp dapat memanfaatkan kata sandi alfanumerik yang jauh lebih kuat dan protektif.
Pengguna diwajibkan menyusun kombinasi kata sandi minimal delapan karakter yang terdiri dari susunan huruf, angka, serta simbol khusus. Struktur kata sandi yang lebih kompleks ini dinilai mampu meredam potensi serangan peretasan berbasis tebakan angka yang sederhana.
2. Dukungan Multi-Passkey
Selain perbaikan pada sistem verifikasi dua langkah, WhatsApp turut memperluas fleksibilitas fitur Passkey. Pengguna kini diizinkan mendaftarkan lebih dari satu passkey dalam satu akun. Kebijakan baru ini menjadi solusi bagi mereka yang rutin beraktivitas menggunakan dua sistem operasi berbeda, seperti Android dan iOS sekaligus.

Fitur Passkey yang meluncur sejak 2024 yang menawarkan metode autentikasi biometrik. Pengguna cukup melakukan verifikasi identitas menggunakan pemindai wajah, sidik jari, atau kunci layar ponsel tanpa perlu mengingat sandi rumit. Pihak WhatsApp mencatat saat ini opsi keamanan passkey telah aktif digunakan oleh lebih dari satu miliar pengguna global. Fitur tersebut dapat diaktifkan secara mandiri melalui menu Pengaturan > Akun > Passkey.
3. Penyaringan Panggilan
Terakhir, WhatsApp juga menambahkan lapisan proteksi pada panggilan masuk dari kontak tak dikenal. WhatsApp secara otomatis menampilkan informasi kontekstual, mencakup negara asal nomor penelepon serta status keanggotaan kontak tersebut dalam grup yang sama dengan pengguna.
Fitur konteks panggilan ini berfungsi membantu pengguna menyaring potensi bahaya penipuan maupun spam. Saat ini, peningkatan sistem identifikasi penelepon tak dikenal tersebut baru tersedia secara bertahap bagi para pengguna perangkat Android.
(amd)