tautekno.id – Selama ini, kita mungkin sudah terbiasa memakai AI di HP lewat aplikasi terpisah atau perintah suara. Tapi, Nubia lewat seri Z80 Ultra terbarunya mencoba mendobrak kebiasaan itu. Mereka tidak cuma menyertakan fitur AI tambahan, tapi justru menanam kecerdasan OpenClaw langsung ke dalam sistem operasinya.
Berkat penggunaan teknologi tersebut Nubia Z80 Ultra hadir sebagai ponsel pintar pertama di dunia yang menyematkan OpenClaw ke dalam inti sistem operasinya. Berikut bocorannya:
Bocoran
Presiden Unit Bisnis Terminal ZTE dan Presiden Nubia Technology, Ni Fei, mendefinisikan perangkat ini sebagai “ponsel AI tipe Gateway.” Istilah ini merujuk pada kemampuan perangkat untuk berinteraksi dengan aplikasi, pengaturan, dan fungsi sistem secara lebih alami dan instan.
Dengan akses ke ekosistem Skills, OpenClaw mampu mengeksekusi tugas-tugas kompleks yang melibatkan lintas aplikasi, seperti merangkum pesan, menjadwalkan agenda di kalender secara otomatis, hingga menavigasi alur kerja multi-langkah tanpa jeda prosesor yang berarti.
Spesifikasi Gahar
Diluncurkan pada 22 Oktober, Nubia Z80 Ultra tidak hanya menjual kecerdasan otak buatan. Di balik kapnya, tertanam chipset Snapdragon 8 Ultra (Generasi ke-5) yang memberikan tenaga komputasi tinggi untuk menangani tugas AI berat secara lokal.

Di sektor visual, Nubia memperkenalkan kamera utama Master Eye 50MP dengan fokal 35mm yang ikonik. Menggunakan sensor berukuran 1/1.3 inci dan teknologi HDR DCG dual conversion gain, kamera ini dirancang untuk fotografer profesional. Nubia bahkan menawarkan kit fotografi opsional bagi pengguna yang ingin mengubah ponsel mereka menjadi kamera saku.
Bagi konsumen, perbedaan antara AI biasa dan OpenClaw yang terintegrasi terletak pada proaktifitas. OpenClaw bukan sekadar asisten yang menunggu perintah suara, melainkan agen digital yang mampu mengelola aplikasi dan merespons kebutuhan pengguna lebih cepat karena tidak terhambat oleh protokol aplikasi eksternal.
Harga
Saat ini, Nubia Z80 Ultra dipasarkan mulai dari harga 4.999 yuan (sekitar Rp12,2 juta). Dengan dibukanya program pengujian internal ini, Nubia berharap dapat menyempurnakan pengalaman pengguna berdasarkan data riil sebelum fitur ini digulirkan secara penuh ke publik
(amd)