tautekno.id – Apple resmi memperkenalkan iMac M6 pada tanggal 27 Oktober kemarin. Komputer desktop all-in-one ini membawa peningkatan performa melalui chip terbaru, kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan (AI), serta dukungan konektivitas yang lebih modern. Meski mempertahankan desain khas pendahulunya, perangkat ini menawarkan sejumlah pembaruan untuk mendukung kebutuhan kerja dan aktivitas kreatif.
Salah satu peningkatan utama terletak pada kemampuan pemrosesan AI. Apple mengklaim iMac M6 mampu memproses prompt model AI melalui aplikasi LM Studio hingga lima kali lebih cepat dibandingkan iMac M4 dalam pengujian internal tertentu. Sementara, performa pengolahan foto menggunakan Affinity dan permainan dengan teknologi ray tracing diklaim meningkat hingga dua kali lipat.
Dapur Pacu
iMac M6 tersedia dalam dua konfigurasi, yaitu CPU 10 core dengan GPU 10 core serta CPU 12 core dengan GPU 12 core. Chip terbarunya dilengkapi Neural Accelerator pada setiap core GPU dan Dual 16-core Neural Engine untuk mendukung pemrosesan AI.
Apple juga meningkatkan bandwidth memori menjadi 170 GB per detik. Selain itu, kecepatan baca dan tulis SSD diklaim mencapai dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut berpotensi membantu pengguna yang sering mengolah foto berukuran besar, memindahkan video, atau mengerjakan proyek kreatif dengan banyak file.
Meski demikian, klaim peningkatan performa hingga lima kali lebih cepat tidak berlaku untuk semua aplikasi. Hasilnya bergantung pada jenis pekerjaan dan kondisi pengujian yang digunakan.
Layar
Dari sisi desain, iMac M6 tetap menggunakan bodi tipis dengan layar Retina 4,5K berukuran 24 inci. Layar dengan diagonal aktual 23,5 inci ini memiliki tingkat kecerahan 500 nits, cakupan warna P3, dan dukungan lebih dari satu miliar warna.
Apple turut menyediakan opsi kaca nano-texture pada konfigurasi CPU dan GPU 12 core untuk mengurangi pantulan cahaya. Fitur ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang bekerja di ruangan dengan pencahayaan terang.

Fitur
Untuk konektivitas, iMac M6 mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. Model dengan chip 12 core dilengkapi empat port Thunderbolt 4, opsi Ethernet 2,5 Gigabit, serta dukungan hingga dua monitor eksternal beresolusi 6K.
Perangkat ini juga membawa kamera Center Stage 12 MP dengan fitur Desk View. Ditamabah dukungan tiga mikrofon berkualitas studio, dan enam speaker yang mendukung Spatial Audio serta Dolby Atmos. Fitur Desk View memungkinkan pengguna menampilkan permukaan meja saat melakukan panggilan video, sehingga berguna untuk presentasi maupun demonstrasi produk.
Dukungan Apple Intelligence
iMac M6 menjalankan macOS 27 Golden Gate dan mendukung Apple Intelligence. Sistem ini menawarkan berbagai kemampuan berbasis AI untuk membantu aktivitas pengguna. Siri AI dalam versi beta melalui macOS 27.2 juga memungkinkan interaksi dengan konteks pribadi dan konten di layar.
Namun, dukungan bahasa Siri AI masih terbatas pada bahasa tertentu dan belum mencakup bahasa Indonesia. Hal ini perlu diperhatikan oleh pengguna yang ingin memanfaatkan fitur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Harga dan Ketersediaan
Apple menghadirkan iMac M6 dalam tujuh pilihan warna, yaitu Blue, Green, Pink, Yellow, Purple, Orange, dan Silver.
Di Amerika Serikat, iMac M6 dibanderol mulai dari 1.499 dolar AS atau sekitar Rp26,98 juta dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, konfigurasi CPU 12 core dan GPU 12 core dijual dengan harga 1.699 dolar AS atau sekitar Rp30,58 juta.
Apple membuka pemesanan awal mulai 28 Oktober 2026 di 35 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat. Penjualan perdana dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.
Untuk pasar Indonesia, Apple memastikan iMac M6 akan segera hadir. Namun, perusahaan belum mengumumkan tanggal penjualan maupun harga resminya di Tanah Air. Jadi calon pembeli perlu menunggu informasi lebih lanjut untuk mengetahui harga lokal dan ketersediaan setiap konfigurasi.
(aa)