iPhone 18 Pro Rilis! Harga Seri Lama Justru Naik, Cek Daftarnya!

iPhone 18 Pro Rilis! Harga iPhone 16 & iPhone 17 Justru Malah Naik

foto: iPhone 18 Pro Series

tautekno.id – Kehadiran generasi iPhone terbaru biasanya menjadi momen yang paling ditunggu oleh para pemburu ponsel lama. Pasalnya, Apple memiliki tradisi untuk menurunkan harga iPhone rilisan tahun-tahun sebelumnya. Namun, kali ini berbeda dan sangat mengejutkan karena Apple mendadak malah menaikkan harga jual deretan iPhone generasi pendahulunya.

Kebijakan lonjakan harga ini berdampak langsung pada empat model populer yang masih diproduksi, yakni iPhone 16, iPhone 17, iPhone 17e, serta iPhone Air. Keempat varian tersebut kompak mengalami kenaikan harga seragam sebesar USD 100, atau jika dikonversikan setara dengan sekitar Rp1,7 juta rupiah.

Rincian Kenaikan Harga di Toko Resmi Apple

Perubahan label harga ini terlihat sangat jelas pada katalog toko resmi Apple. Model iPhone 16 dengan kapasitas penyimpanan 128 GB yang semula dibanderol USD 699, kini harganya merangkak naik menjadi USD 799.

Kenaikan serupa juga menimpa lini yang lebih baru. Varian iPhone 17e kapasitas 256 GB yang sebelumnya dijual USD 599 kini menyentuh angka USD 699. Sementara itu, untuk varian standar iPhone 17 kapasitas 256 GB, harganya melonjak dari USD 799 menjadi USD 899.

foto: iPhone 18 Pro Series
foto: iPhone 18 Pro Series

Kenaikan paling tinggi dirasakan pada lini tertipis Apple, yaitu iPhone Air. Model ini dengan kapasitas 256 GB, kini dilepas dengan harga USD 1.099 dari sebelumnya USD 999.

Di sisi lain, model iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini disebabkan karena Apple memilih langsung menyetop penjualan kedua varian tersebut untuk memberikan ruang bagi ketersediaan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Dampak Pasar Global dan Krisis Industri AI

Fenomena lonjakan harga ini bahkan terasa jauh lebih drastis di luar pasar Amerika Serikat. Di pasar India, misalnya, laporan mencatat kenaikan harga iPhone lama mencapai angka 20,5 persen. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kepastian apakah penyesuaian harga tersebut juga bakal langsung berdampak pada pasar Indonesia.

Isu lonjakan harga ini sebenarnya sudah sempat terendus sebelum peluncuran resmi digelar. Mantan CEO Apple, Tim Cook, sebelum mengakhiri masa jabatannya sempat membeberkan bahwa Apple tidak sanggup lagi menanggung beban kenaikan biaya bahan baku komponen, khususnya chip memori dan ruang penyimpanan (storage).

Kelangkaan dan mahalnya pasokan memori ini terjadi akibat produsen global lebih mengutamakan pemenuhan permintaan komponen untuk industri kecerdasan buatan (AI). Dampak krisis komponen tersebut sebelumnya sudah merembet ke lini produk lain seperti iPad dan Mac, sebelum akhirnya kini resmi berimbas ke pasar ponsel pintar.

(ata)

Exit mobile version