Kebijakan Baru! Google Pixel Berpotensi Masuk Indonesia!

Indonesia Keluarkan Kebijakan Baru, Akankah Google Pixel Segera Mendarat?

foto: google pixel 10 pro fold

tautekno.id – Pemerintah Indonesia berani membebaskan produk asal Amerika Serikat (AS) dari kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Keputusan ini diformalkan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC pada 19 Februari 2026. Sebagai informasi, ini merupakan perjanjian yang diprediksi akan mengubah drastis cara konsumen Indonesia mengakses gadget mutakhir.

Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi Apple dan Google. Selama bertahun-tahun, ambang batas kandungan lokal sebesar 30-40% yang membuat beberapa produk mancanegara sulit masuk ke Indonesia. Kini, dengan dihapuskannya syarat administratif tersebut, kehadiran Google Pixel di pasar domestik akan sangat terbuka.

Sinyal Hijau bagi Google Pixel

Pengamat gadget Herry SW, menyebut kebijakan ini sebagai game changer. Selama ini, Google Pixel menjadi salah satu perangkat yang paling dinanti namun paling sulit dijangkau secara resmi karena Google lebih memilih memusatkan basis produksinya di Vietnam ketimbang membangun manufaktur di Indonesia.

Karena Google termasuk merek Amerika, maka akan membuka peluang Pixel masuk ke Tanah Air. Selain itu Harry juga menambahkan bahwa jika proses ratifikasi perjanjian berjalan tanpa kendala, penantian para penggemar Pixel untuk mendapatkan garansi resmi dan layanan purnajual yang jelas bisa segera berakhir.

foto: google pixel 10a
foto: google pixel 10a

Nasib iPhone

Sementara itu, Apple yang selama ini menggunakan skema investasi untuk memenuhi ambang batas TKDN. Dengan kebijakan ini Apple akan mendapatkan kemudahan lebih tinggi. Tanpa beban kewajiban kandungan lokal, Apple kini hanya perlu fokus pada pengurusan sertifikasi perangkat di Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) atau DJID.

Dampaknya Bagi Konsumen

Dengan kebijakan tersebut Penjualan iPhone di Indonesia berpotensi dilakukan serentak dengan jadwal peluncuran global. Ini menghilangkan jeda waktu berbulan-bulan yang selama ini sering dikeluhkan. Selain itu, struktur biaya yang lebih murah tanpa beban pemenuhan aturan manufaktur lokal diharapkan mampu menekan harga jual di tingkat ritel.

Herry SW mengingatkan bahwa pembebasan TKDN dapat mengendurkan motivasi Apple dan perusahaan AS lainnya untuk menanamkan modal di sektor pendidikan atau pengembangan SDM, seperti program Apple Developer Academy.

Di sisi lain, produsen smartphone asal Tiongkok dan merek lokal kini harus bersiap menghadapi persaingan yang kian ketat. Tanpa perlindungan regulasi TKDN bagi produk AS, keunggulan kompetitif kini murni bergantung pada inovasi produk dan efisiensi rantai pasok di pasar bebas.

(amd)

Exit mobile version