tautekno.id – Username Gmail rumornya bakal bisa diganti. Ini menjadi kabar baik bagi para pengguna yang sudah bertahun-tahun merasa malu dengan nama alamat e-mail (username) asal-asalan.
Selama ini penggunaan harus membuat akun baru untuk membuat username asal-asalan jadi lebih profesional. Tapi hal ini membuat mereka harus kehilangan ribuan data, kontak, hingga langganan layanan yang tertaut pada akun lama.
Uji Coba Fitur
Google dilaporkan tengah melakukan uji coba fitur yang memungkinkan pengguna mengubah alamat utama Gmail mereka tanpa perlu melakukan proses migrasi data yang rumit.
Kabar mengenai pembaruan ini pertama kali mencuat melalui dokumen dukungan resmi (support documentation) Google India yang diperbarui secara diam-diam. Dalam dokumen tersebut, terungkap bahwa Google sedang melakukan eksperimen terbatas yang mengizinkan pengguna mengganti bagian nama sebelum domain “@gmail.com”.
Berbeda dengan pengelolaan profil biasa, perubahan ini kabarnya hanya dapat dilakukan melalui pengaturan Akun Google (My Account), bukan melalui aplikasi Gmail secara langsung. Langkah ini memastikan bahwa data tetap utuh meskipun identitas digital pengguna berubah mulai dari Google Drive, Google Photos, hingga histori transaksi di Google Play.

Mekanisme Alias
Google menerapkan sistem “alias” untuk mempermudah masa transisi pengguna. Artinya, ketika seseorang mengubah alamat Gmail-nya, alamat lama tidak akan langsung hangus. Berikut adalah beberapa poin penting terkait mekanisme kerja fitur baru ini:
- Penerusan Otomatis: E-mail yang dikirim ke alamat lama akan secara otomatis diteruskan (forwarding) ke kotak masuk baru.
- Keamanan Data: Seluruh data akun, termasuk pesan lama dan file di layanan Google lainnya, dipastikan aman dan tidak terpengaruh oleh perubahan nama.
- Fleksibilitas Login: Pengguna masih tetap bisa masuk (login) ke berbagai layanan Google seperti YouTube atau Maps menggunakan alamat lama maupun baru.
- Batasan Perubahan: Untuk mencegah penyalahgunaan, Google membatasi frekuensi penggantian nama alamat sebanyak tiga kali. Dengan demikian, satu akun maksimal dapat memiliki empat alamat yang pernah terhubung sepanjang masa pakainya.
Pengguna yang telah mengubah alamatnya tidak diperbolehkan membuat akun Gmail baru dengan nama lama selama 12 bulan. Selain itu, pengguna juga dilarang menghapus alamat baru dalam periode tersebut.
Masih Tahap Eksperimen
Meskipun fitur ini menjadi salah satu pembaruan yang paling dinanti, Google masih konservatif. Melansir dari DigitalTrends, fitur ini masih berada dalam tahap eksperimen awal dan terbatas pada wilayah geografis tertentu, yakni India.
Pihak Google belum memberikan kepastian apakah opsi ganti username ini akan segera dirilis secara global atau justru dibatalkan jika hasil uji coba tidak sesuai ekspektasi. Namun, jika akhirnya diimplementasikan secara massal, langkah ini menjadi revolusi besar bagi miliaran pengguna Gmail.
(amd)