Meta Rilis Fitur Anti-Hacker WhatsApp, Wajib Tahu Sekarang!

Meta Perketat Keamanan: Perangi Penipuan di WhatsApp, Facebook, dan Messenger

foto: whatsapp

foto: whatsapp

tautekno.idMeta resmi meluncurkan rangkaian fitur keamanan untuk memproteksi miliaran penggunanya dari ancaman penipuan siber. Inovasi ini diintegrasikan langsung ke dalam platform utama mereka seperti WhatsApp, Facebook, dan Messenger.

Proteksi Berlapis di WhatsApp

Kini, pengguna WhatsApp akan menerima peringatan otomatis saat ada upaya mencurigakan untuk menghubungkan akun mereka ke perangkat lain. Meta menyadari bahwa akses ilegal sering kali diawali dengan manipulasi psikologis.

Dikutip dari The Verge, contoh penipuan ini seperti sebagai penyelenggara kompetisi bakat yang meminta Anda memberikan suara melalui situs web tertentu, lalu meminta nomor telepon dan kode tautan perangkat.

Selain kode verifikasi, Meta juga memperingatkan bahaya pemindaian kode QR palsu yang dapat memberikan akses instan bagi peretas ke akun pribadi pengguna.

foto: meta

Filter Permintaan Pertemanan di Facebook

Di platform Facebook, Meta mulai menguji coba sistem peringatan untuk permintaan pertemanan yang mencurigakan. Algoritma Meta kini mampu mendeteksi akun-akun dengan aktivitas tidak lazim, seperti:

  1. Tidak memiliki teman bersama (mutual friends).
  2. Lokasi geografis yang tidak sinkron atau mencurigakan.
  3. Pola aktivitas akun yang menyerupai bot atau akun kloning.

Pengguna akan diberikan opsi untuk meninjau kembali profil tersebut sebelum memutuskan untuk menerima, mengabaikan, atau memblokirnya secara permanen.

Deteksi AI pada Messenger

Sementara itu, bagi pengguna Messenger, Meta memperluas jangkauan fitur deteksi penipuan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Saat memulai percakapan dengan kontak baru yang mengandung pola kata kunci terkait penipuan seperti tawaran lowongan kerja palsu atau investasi bodong, sistem akan segera memberikan peringatan.

Jika AI mendeteksi tanda bahaya, Meta akan mendorong pengguna untuk melaporkan percakapan tersebut. Selain itu, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini juga menyediakan edukasi mengenai modus penipuan umum yang tengah tren guna meningkatkan literasi digital pengguna.

Dengan fitur-fitur ini, Meta berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan menekan angka kejahatan siber di seluruh platformnya.

(amd)

Exit mobile version