tautekno.id – Setelah resmi meluncurkan Poco X8 Pro dan Poco X8 Pro Max di pasar Indonesia banyak pertanyaan muncul tentang model standarnya. Menjawab hal tersebut Poco Indonesia memberikan konfirmasi bahwa model Poco X8 tidak akan diboyong ke Indonesia.
Keputusan ini tergolong berani, mengingat pendahulunya, Poco X7, mendulang kesuksesan besar dengan respons pasar yang sangat positif tahun lalu. Banyak konsumen yang semula menantikan kehadiran Poco X8 sebagai opsi yang lebih ramah di kantong dibandingkan versi Pro. Namun, manajemen Poco memiliki alasan di balik langkah ini.
Penyebab
Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia, menegaskan bahwa keputusan untuk tidak merilis Poco X8 didasarkan pada pergeseran perilaku konsumen di Indonesia. Menurutnya, perangkat Poco ingin menghadirkan handphone yang benar-benar dibutuhkan konsumen untuk menunjang seluruh aktivitasnya.
Langkah ini menandai pergeseran Poco Indonesia yang kini lebih memilih pada lini X8 Pro Series. Untuk pertama kalinya, Indonesia juga disambangi oleh varian Pro Max.

Perbedaan Model Pro vs Pro Max
Absennya varian standar memicu pertanyaan baru mengenai perbedaan antara dua model yang tersedia. Novita menjelaskan bahwa meski keduanya berada di kasta atas, target penggunanya tetap memiliki segmentasi yang berbeda.
Poco X8 Pro dirancang sebagai sweet spot yang menawarkan keseimbangan antara spesifikasi tinggi dan desain. Model ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan performa mumpuni namun tetap memperhatikan aspek estetika dan fungsionalitas.
Poco X8 Pro Max merupakan filosofi extreme performance. Perangkat ini ditujukan bagi para penggemar yang haus akan performa dan fitur-fitur yang lebih baik dari versi Pro.
Strategi ini seolah mengukuhkan posisi Poco yang ingin naik kelas. Jika sebelumnya Poco F-Series dikenal sebagai the true flagship, kini lini X-Series melalui model Pro Max mencoba menyasar segmen yang lebih tinggi.
Dengan fokus baru ini, Poco Indonesia tampak ingin mengarahkan pasar untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih tinggi, meninggalkan segmen mid-range standar demi mengejar nilai yang selama ini menjadi DNA merek tersebut.
(amd)