Resmi Menyerah! Raja HP Gaming Ini Hengkang dari Pasaran

Asus Resmi Hentikan Produksi Smartphone di 2026, Hengkang dari Pasar Android?

foto: asus zenfone 11 ultra

tautekno.idAsus, resmi mengonfirmasi tidak akan meluncurkan ponsel pintar baru pada tahun 2026. Keputusan ini memicu spekulasi bahwa perusahaan tersebut tengah bersiap angkat kaki dari pasar Android global. Konfirmasi mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Chairman Asus, Jonney Shih, dalam sebuah acara resmi di Taiwan pada Jumat (16/1/2026).

Melansir laporan dari Inside, Shih menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk menambah model ponsel baru di masa mendatang. Pernyataan ini sekaligus memvalidasi rumor yang sempat diberitakan oleh DigiTimes pada awal Januari lalu.

Nasib Pengguna HP Asus Saat Ini?

Meski produksi model baru dihentikan, Asus memastikan bahwa dukungan purnajual bagi pengguna yang ada saat ini akan tetap berjalan normal. Ini mencakup pembaruan perangkat lunak (software update) serta layanan klaim garansi di seluruh pusat servis resmi.

Selama satu dekade terakhir, Asus dikenal konsisten menggarap dua segmen utama: Zenfone yang kompak dan seri ROG Phone. Namun, tanda-tanda kelesuan mulai terlihat ketika lini Zenfone menghilang dari situs resmi perusahaan di beberapa kawasan. Ditambah lagi keputusan tidak memboyong Zenfone 12 Ultra 2025 ke pasar Amerika Serikat.

Penelusuran pada situs resmi menunjukkan bahwa meski seri ROG Phone 8 dan 9 masih tercantum, stok perangkat tersebut tercatat habis di pasar AS. Mengutip PCMag, absennya peluncuran perangkat kelas atas dalam setahun terakhir menjadi indikator awal bahwa Asus mulai menarik diri dari persaingan high-end.

foto: asus zenfone 12 ultra
foto: asus zenfone 11 ultra

Pergeseran ke AI dan Robotika

Keputusan ini tampaknya bukan sekadar langkah efisiensi, melainkan pergeseran strategis. Jonney Shih mengindikasikan bahwa Asus akan mengalihkan sumber daya besar-besaran dari tim riset dan pengembangan (R&D) smartphone ke sektor yang dianggap lebih menjanjikan yakni Kecerdasan Buatan (AI).

Selain faktor tersebut, tantangan eksternal berupa kenaikan harga komponen semikonduktor, terutama memori, juga menjadi faktor pertimbangan. Asus kini lebih memilih mengoptimalkan kolaborasi rantai pasok untuk menjaga stabilitas bisnis perangkat keras lainnya daripada terus bertarung di pasar ponsel yang memiliki margin keuntungan kian tipis.

Di sisi lain kompetitor seperti Redmagic menyambut kabar ini sebagai peluang. Dari sisi konsumen, hilangnya merek ini berarti mengurangi pilihan inovasi unik yang selama ini menjadi ciri khas vendor asal Taiwan tersebut.

(amd)

Exit mobile version