tautekno.id – Samsung, dikabarkan tengah bersiap melepas lini terbarunya, Samsung Galaxy A18. Meski Samsung masih enggan membuka suara spesifikasi asli HP ini, tapi rahasia dapur ponsel ini perlahan mulai terkuak lewat kemunculannya di platform pengujian Geekbench.
Hasil Geekbench
Berdasarkan data dari Geekbench, perangkat berkode model SM-A185G ini bakal mengandalkan prosesor octa-core MediaTek MT6789. Dapur pacu tersebut setara dengan chipset Helio G99. Sebagai informasi, ini merupakan prosesor yang tertanam pada pendahulunya, Galaxy A17 4G.
Performa
Dalam uji performa tersebut, unit Samsung Galaxy A18 yang dites dibekali RAM 4 GB dan sudah mengadopsi sistem operasi Android 17. OS ini juga akan berbalut antarmuka khas Samsung, One UI 9. Hasil pengujian menunjukkan ponsel ini mampu mengantongi skor 745 poin untuk pengujian single-core serta 2.073 poin untuk multi-core.
Selain kodenama SM-A185G, jejak perangkat ini juga terdeteksi di server Samsung wilayah Eropa dengan kode SM-A185F. Varian Eropa tersebut diprediksi kuat bakal mengusung spesifikasi dapur pacu Helio G99 yang serupa.

Desain
Tak hanya dari segi mesin, aspek visual Galaxy A18 pun diperkirakan tidak akan mengalami perubahan drastis dibanding generasi sebelumnya. Dari bocoran desain yang beredar, Samsung masih mempertahankan layar berponi dengan konsep Infinity-U di bagian depan. Sementara pada bagian punggung, terpatri tiga kamera belakang yang disusun secara vertikal.
Target Produksi Jutaan Unit
Meski tanggal pasti peluncurannya masih menjadi teka-teki, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Samsung akan mengacak strategi dengan merilis varian 4G terlebih dahulu. Adapun varian 5G baru akan menyusul beberapa bulan setelahnya, menyesuaikan kesiapan pasokan chip dari Qualcomm.
Langkah ini diperkuat oleh kabar masuknya lini Galaxy A18 4G ke tahap produksi massal bulan ini. Samsung dilaporkan menargetkan angka produksi awal sebanyak 100 ribu unit pada bulan pertama. Target tersebut akan digenjot secara masif menjadi 2,4 juta unit pada bulan berikutnya, serta 2,5 juta unit pada bulan setelahnya.
Kendati demikian, skala produksi ini tetap bersifat fleksibel dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika serta permintaan pasar global.
(amd)