Trik Mudah Membedakan Konten Asli vs Buatan AI

Awas Ketipu! Video Palsu AI Makin Mirip Asli, Begini Cara Gampang Mengenalinya

foto: AI

tautekno.id – Di tengah maraknya konten Artificial Intelligence atau AI yang berkembang dimasyarakan. Kerugian akibat konten deepfake yang sangat sulit dibedakan ternyata makin nyata. Jika di masa lalu manipulasi visual mudah dikenali melalui kejanggalan fisik, kini tanda-tanda tersebut sebagian besar telah hilang seiring kemajuan teknologi.

Ancaman ini tidak hanya berhenti pada persoalan misinformasi atau berita bohong, tetapi juga menjelma menjadi kejahatan siber. Berdasarkan catatan global, kerugian akibat kejahatan deepfake bahkan mencapai lebih dari USD 148 miliar pada tahun 2025. Ini melonjak drastis lebih dari 25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa deepfake telah menjadi instrumen penipuan finansial dan disinformasi. Untuk melindungi diri dari paparan konten manipulatif, para pakar keamanan siber menyarankan beberapa langkah.

1 Periksa Sumber Informasi

Langkah pertama adalah memeriksa sumber informasi. Jadi ketika menjumpai video viral yang menampilkan figur publik, ada baiknya kamu mencari video atau wawancara. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk memeriksa keaktifan akun penyebar informasi serta memastikan apakah berita serupa turut dilaporkan oleh media tepercaya.

foto: AI
foto: AI

2 Cek Apakah Masuk Akal

Langkah kedua adalah mengecek apakah isi dari konten tersebut masuk akal. Apabila sebuah konten menampilkan tokoh penting melakukan tindakan kontroversial, pikirkan secara logis apakah hal tersebut benar-benar terjadi. Coba cari sudut pandang alternatif dan informasi pendukung sebelum mempercayai narasi tersebut.

3 Waspada Konten Ragebait

Langkah ketiga adalah mewaspadai konten ragebait atau pemicu kemarahan. Pembuat konten palsu kerap merancang materi yang memicu reaksi emosional penontonnya. Jika sebuah video di media sosial langsung memicu rasa marah, panik, atau geram yang berlebihan, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati. Hal ini karena respons emosional sering dimanfaatkan untuk melumpuhkan nalar kritis.

4 Gunakan Alat Deteksi Digital

Terakhir, manfaatkan alat deteksi digital dengan bijak. Masyarakat dapat memanfaatkan perangkat profesional atau memantau lembaga pelacak hoaks seperti NewsGuard dan berbagai pangkalan data deteksi AI lainnya. Meskipun belum ada sistem yang mampu mendeteksi secara sempurna hingga seratus persen, perangkat tersebut setidaknya dapat membantu memvalidasi kecurigaan sebelum seseorang memutuskan untuk membagikan ulang sebuah informasi ke ruang publik.

(aa)

Exit mobile version