tautekno.id – Rencana kehadiran Motorola Edge 70 Fusion di tanah air semakin terkonfirmasi setelah perangkat dengan nomor model XT2605-4 ini resmi terdaftar di database sertifikasi SDPPI dan Kemenperin. Berdasarkan laporan terbaru, perangkat dengan nomor model XT2605-4 dan nama kode internal ‘Avenger’ telah mengantongi sertifikat resmi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo dengan nomor ‘119303/DJID/2026’ per 4 Maret.
Selain itu, ponsel ini juga telah lolos uji Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Kemenperin dengan nilai melampaui ambang batas 36 persen.
Spesifikasi
Merujuk pada debutnya di pasar India dan database sertifikasi internasional seperti BIS (India) dan EEC (Eropa), Motorola Edge 70 Fusion membawa spesifikasi yang sangat menarik. Sektor fotografi menjadi nilai jual utama. Motorola mengklaim perangkat ini sebagai ponsel pertama di dunia yang menggunakan sensor Sony LYTIA 710 50MP dengan stabilitas optik (OIS).
Tak hanya kamera utama, visual pengguna akan dimanjakan dengan panel Extreme AMOLED 6,8 inci beresolusi 1.5K. Layar ini mendukung refresh rate 144Hz dan memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 5.200 nits.
Chipset
Di balik desain elegan berkonsep quad-curve, Motorola menyematkan chipset Snapdragon 7s Gen 4. Meski efisien, performanya tetap mumpuni untuk multitasking. Satu hal yang patut diacungi jempol adalah komitmen purnajualnya. Meluncur dengan Android 16, Motorola menjanjikan tiga kali pembaruan OS utama hingga Android 19 serta pembaruan keamanan selama lima tahun.
Ketahanan fisik pun tidak dianaktirikan. Dengan sertifikasi IP68, IP69, dan standar militer MIL-STD-810H, ponsel ini dirancang tangguh untuk menghadapi berbagai kondisi ekstrem.
Harga
Motorola Edge 70 Fusion akan rilis dengan estimasi harga sekitar Rp4,9 juta (berdasarkan harga rilis di India sebesar 26.999 rupee). Dengan harga tersebut HP ini akan langsung berhadapan dengan POCO X8 Pro dan Tecno Camon 50 Pro.
Jika POCO dikenal dengan dominasi performa chipset buas untuk para pemain game, Motorola tampaknya lebih memilih keseimbangan antara kualitas layar premium, kemampuan kamera AI yang tajam, serta durabilitas perangkat.
(amd)
