tautekno.id – Fenomena crypto masih menjadi sorotan di seluruh dunia. Meski fluktuatif dan penuh risiko, aset digital ini tetap menarik minat jutaan orang bahkan memicu apa yang dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut ketinggalan. Tapi, mengapa begitu banyak orang terjebak dalam FOMO saat berinvestasi crypto? Berikut alasannya.
1. Keuntungan Fantastis yang Viral di Media Sosial
Salah satu faktor utama pemicu FOMO dalam investasi crypto adalah banyaknya cerita sukses yang viral, terutama di media sosial. Mulai dari orang biasa yang menjadi miliarder dalam semalam karena membeli koin tertentu, hingga artis dan influencer yang memamerkan hasil investasi mereka. Narasi seperti ini menciptakan ilusi bahwa semua orang bisa kaya dengan cepat jika ikut terjun sekarang juga.
2. Pergerakan Harga yang Ekstrem dan Spekulatif
Tidak seperti saham atau aset tradisional lainnya, harga crypto bisa naik ratusan persen hanya dalam waktu singkat. Lonjakan harga Bitcoin, Ethereum, hingga koin meme seperti Dogecoin dan Shiba Inu sering membuat investor tergoda untuk masuk meskipun tidak paham betul tentang teknologinya. Semakin harga melonjak, semakin besar tekanan sosial untuk ikut sebelum “terlambat”.

3. Dorongan dari Komunitas dan Influencer
Komunitas crypto yang aktif di forum seperti Twitter, Reddit, dan Telegram kerap menjadi tempat penyebaran hype. Tidak jarang, opini dari satu tokoh terkenal atau influencer bisa menggerakkan pasar. Elon Musk, misalnya, pernah memicu lonjakan Dogecoin hanya lewat satu tweet. Ketika publik figur ikut membahasnya, orang merasa makin terdorong untuk tidak ketinggalan momen.
4. Kurangnya Literasi Keuangan dan Riset Mandiri
Banyak investor pemula masuk ke dunia crypto tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Ketika melihat orang-orang di sekitar mereka sudah berinvestasi dan membicarakan potensi besar, mereka merasa akan rugi jika tidak ikut. Tanpa pemahaman risiko, banyak yang membeli aset hanya karena “semua orang beli”, bukan karena alasan logis.
5. Ketidakstabilan Ekonomi dan Keinginan Cepat Kaya
Kondisi ekonomi yang tidak menentu juga menjadi pemicu. Banyak orang mencari cara alternatif untuk menambah penghasilan, dan crypto terlihat menjanjikan. Dalam situasi seperti ini, rasa ingin cepat kaya bisa mengalahkan pertimbangan rasional. Akibatnya, keputusan investasi diambil hanya karena takut tertinggal dari yang lain.
Kesimpulan
FOMO dalam investasi crypto adalah reaksi psikologis yang muncul karena kombinasi tekanan sosial, keinginan cepat kaya, dan minimnya pemahaman. Padahal, investasi yang sehat seharusnya dilakukan dengan riset, strategi, dan kesadaran terhadap risiko. Alih-alih terburu-buru karena tren, penting bagi setiap calon investor untuk memahami bahwa crypto bukan jalan pintas menuju kekayaan, melainkan aset yang perlu didekati dengan cermat dan bijak.
(ata)