tautekno.id – Dinamika pasar ponsel pintar di Indonesia mengalami pergeseran sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Laporan terbaru menunjukkan bahwa dominasi Samsung dan OPPO kini mendapatkan ancaman serius dari Xiaomi serta grup Transsion Holdings.
Berdasarkan data TelecomLead, selisih pangsa pasar di antara lima vendor terbesar saat ini sangat tipis. Berikut susunan dominasi mereka vendor sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026 di Indonesia:
1. Xiaomi
Merujuk pada laporan TelecomLead, Xiaomi berhasil mengamankan posisi puncak dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 19%. Keberhasilan ini didorong oleh konsistensi strategi harga dan spesifikasi perangkat yang menarik, terutama pada segmen entry-level hingga menengah. Fokus pada nilai guna tinggi (value-for-money) terbukti masih menjadi faktor penentu utama bagi konsumen di Indonesia dalam memilih perangkat keras komunikasi.

2. Transsion Holdings
Di posisi kedua, Transsion Holdings yang menaungi merek Infinix, Tecno, dan itel, mencatatkan pertumbuhan pesat dengan pangsa pasar 18%. Grup ini secara cerdik memanfaatkan sensitivitas harga konsumen lokal serta memperkuat penetrasi melalui jaringan ritel luring (offline) yang masif.
Transsion juga tercatat memperbesar volume pengiriman perangkat 5G ultra-terjangkau dengan banderol harga di bawah Rp 3 juta, yang kini berkontribusi sebesar 18,3% dari total pengiriman mereka.
3. Samsung
Sementara itu, Samsung masih mampu bertahan sebagai vendor non-Tiongkok terkuat dengan pangsa pasar 17%. Kekuatan perusahaan asal Korea Selatan ini terletak pada portofolio produk yang luas, mulai dari seri premium Galaxy S hingga lini Galaxy A yang menyasar kelas menengah. Namun, tekanan dari kompetitor mulai terasa di awal tahun 2026, di mana angka tersebut menunjukkan fluktuasi dibandingkan periode sebelumnya.
4. OPPO
Kondisi kontras justru terlihat pada performa OPPO. Meski di pasar domestik Indonesia OPPO masih bertahan di peringkat empat dengan pangsa pasar 16%, situasi di level global menunjukkan tren penurunan.
Berdasarkan riset Counterpoint, Apple Inc. justru memimpin pasar global dengan pertumbuhan 10% berkat kesuksesan iPhone 17. Di sisi lain, OPPO mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar minus 4% secara tahunan di pasar internasional.
Memasuki tahun 2026, pasar smartphone global memang menunjukkan tanda-tanda pemulihan pascapandemi dengan pertumbuhan rata-rata 2%. Namun, bagi vendor di Indonesia, tantangan nyata terletak pada kemampuan mempertahankan loyalitas konsumen di tengah gempuran teknologi 5G yang kian murah dan inovasi fitur yang semakin seragam di kelas menengah.
(amd)
















