tautekno.id – Asus, resmi mengumumkan rencana penyesuaian harga untuk sejumlah produknya. Kenaikan harga ini akan mulai berlaku efektif pada Senin, 5 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul krisis ketersediaan komponen memori dan penyimpanan (storage). Tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di tingkat global disebut menjadi pemicu kurangnya pasokan komponen untuk produksi gadget.
Tekanan Biaya Produksi
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada para mitra bisnis dan diunggah melalui Digitimes, manajemen Asus menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar dan stabilitas pasokan. Asus menegaskan bahwa kenaikan harga adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga standar kualitas produk dan layanan R&D mereka.
Asus secara spesifik menunjuk lonjakan harga komponen DRAM, NAND, dan SSD sebagai faktor krusial. Pergeseran kapasitas produksi pemasok kini lebih memprioritaskan server AI serta biaya investasi yang semakin membengkak, memaksa perusahaan untuk menyesuaikan harga jual di tingkat ritel.

Dampak pada Laptop hingga GPU
Meski Asus belum merinci secara detail model apa saja yang terdampak, para analis industri memprediksi kenaikan akan menyasar perangkat yang bergantung pada memori dan penyimpanan besar. Ini mencakup lini laptop, PC desktop, hingga kartu grafis (GPU).
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Asus mengikuti jejak vendor besar lainnya seperti Dell dan Framework yang telah lebih dulu menaikkan harga. Sebagai perbandingan, Dell sebelumnya telah mengumumkan kenaikan harga produk hingga menyentuh angka 30%.
Kondisi pasar saat ini memang sedang berada di titik yang ekstrem. Data menunjukkan bahwa harga RAM telah melonjak hingga 171% pada awal November 2025, sementara harga NAND meroket tajam hingga 246% pada pertengahan Desember lalu.
Menyikapi tren kenaikan ini, beberapa perakit PC dan produsen mulai menawarkan opsi lain. Salah satunya adalah menjual unit PC pre-built tanpa menyertakan RAM (barebone). Strategi ini memungkinkan konsumen untuk menggunakan memori lama mereka atau mencari stok dari pemasok pihak ketiga yang lebih murah.
Bagi konsumen yang berencana melakukan pembaruan perangkat, para analis memperkirakan harga komponen memori baru akan naik mulai paruh kedua tahun 2026. Hingga saat itu tiba, pasar tampaknya harus bersiap menghadapi kenaikan harga akibat dominasi industri AI yang menyerap sebagian besar sumber daya manufaktur dunia.
(amd)














