tautekno.id — Krisis komponen melanda industri teknologi global dan dampaknya kini mulai menyasar ke konsumen. Google secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka bakal menaikkan harga lini ponsel pintar terbarunya, Pixel 11. Keputusan ini terpaksa diambil akibat lonjakan harga komponen RAM di tingkat pemasok dunia yang sudah berada dalam taraf sangat mengkhawatirkan.
Kabar buruk tersebut diungkapkan langsung oleh Vice President Device & Services Google, Shakil Barkat. Ia membeberkan bahwa lonjakan harga komponen RAM saat ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah industri teknologi. Bahkan, data lembaga keuangan ternama Morgan Stanley mencatat kenaikan harga hingga enam kali lipat. Biaya untuk 1 GB RAM yang semula berada di kisaran USD 2,80 pada tahun lalu, kini meroket tajam hingga menyentuh angka USD 12 per unit pada tahun ini.
Pixel Alami Kenaikan Harga
Situasi ekonomi yang berubah tersebut membuat raksasa Google tak lagi mampu menahan gejolak harga. Pemerintah dan pihak Google mengaku sudah berupaya maksimal melindungi konsumen dari fluktuasi pasokan komponen. Namun, realitas pasar memaksa mereka untuk melakukan penyesuaian tarif secara dinamis pada seluruh portofolio perangkat hardware miliknya. Penyesuaian ini dipastikan berdampak pada seri Pixel 11 yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan Agustus mendatang, hingga lini smartwatch mereka.

Bocoran Harga Pixel 11
Bocoran di industri menyebutkan bahwa Pixel 11 dan Pixel 11 Pro diperkirakan akan mengalami kenaikan harga sekitar USD 100 dari generasi sebelumnya. Tidak hanya itu, versi Pro paling murah dikabarkan bakal mengalami penurunan kapasitas RAM dari 16 GB menjadi 12 GB.
Sedangkan varian tertinggi seperti Pixel 11 Pro XL dan seri lipat Pro Fold diprediksi langsung melonjak harganya. Bahkan, lini ponsel lama yang masih beredar di pasaran juga terancam ikut naik harga dalam waktu dekat.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, Google kini memfokuskan pengembangannya pada efisiensi sistem operasi Android. Perusahaan merancang perpaduan teknologi kecerdasan buatan, perangkat lunak, dan prosesor khusus agar ponsel tetap berjalan mulus meskipun dibekali kapasitas RAM yang lebih kecil. Hal ini diharapkan dapat menjaga performa perangkat tetap berada di level premium sekaligus mempertahankan daya saing di tengah krisis.
(amd)













