tautekno.id – Infinix, secara resmi mulai memberikan bocoran terkait kehadiran lini terbarunya, Infinix Note 60 Pro. Mengusung konsep desain yang berani, perangkat ini digadang-gadang akan menjadi penantang serius bagi para kompetitor di kelasnya.
Salah satu daya tarik utama yang menjadi sorotan dalam kampanye lokal Infinix adalah fitur bertajuk Active Matrix Display. Inovasi ini menempatkan serangkaian lampu LED yang terintegrasi di dalam modul kamera belakang. Secara fungsi, teknologi ini mengingatkan pada antarmuka Glyph milik Nothing Phone, di mana lampu tersebut dapat memberikan sinyal visual berupa notifikasi, status pengisian daya baterai, hingga panggilan masuk.
Performa
Infinix Note 60 Pro dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 7s Gen 4. Ini adalah dapur pacu yang tangguh untuk menangani multitasking berat. Pengguna diberikan opsi memori yang cukup luas, yakni RAM 8GB atau 12GB, serta penyimpanan internal sebesar 256GB.
Layar
Pada sektor visual, perangkat ini mengusung layar AMOLED luas berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K. Tak tanggung-tanggung, Infinix menyematkan refresh rate hingga 144Hz untuk menjamin pergerakan layar yang super mulus. Salah satu klaim paling ambisius adalah tingkat kecerahan puncak lokal yang mampu mencapai 4.500 nits yang menjadikannya salah satu yang tertinggi di kategorinya.

Baterai
Note 60 Pro dibekali baterai raksasa berkapasitas 6.500mAh. Kapasitas ini jauh melampaui standar rata-rata ponsel saat ini yang biasanya mentok di angka 5.000mAh. Pengisian dayanya pun sangat fleksibel, mendukung pengisian cepat kabel 90W dan pengisian nirkabel 30W, lengkap dengan fitur reverse charging.
Kamera
Untuk urusan fotografi, sistem kamera belakang terdiri dari sensor utama 50MP yang sudah dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS) untuk hasil foto yang stabil, didampingi lensa ultra-lebar 8MP. Sementara untuk kebutuhan swafoto, tersedia kamera depan 13MP.
Peluncuran
Infinix Note 60 Pro dijadwalkan meluncur di India pada pertengahan April 2026, dengan rumor kuat menunjuk pada tanggal 13 April. Mengusung sistem operasi Android 16 dengan balutan XOS 16 serta sertifikasi IP64, perangkat ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi ponsel kelas menengah yang mengedepankan estetika dan daya tahan baterai.
(amd)

















