tautekno.id – Kehadiran Vivo V70 di tanah air memang membawa segudang peningkatan performa, namun di balik spesifikasi gaharnya, ada kabar buruk dari bandrol harganya. Ponsel ini mengalami lonjakan harga yang mencapai Rp1,5 juta dibandingkan pendahulunya.
Vivo V70 varian 12/256GB resmi dibanderol seharga Rp 8.999.000. Angka ini menunjukkan kenaikan tajam jika disandingkan dengan Vivo V60 yang sebelumnya hanya menyentuh angka Rp 7.499.000 untuk konfigurasi serupa.
Memori
Kenaikan harga ini bukanlah sebuah anomali tanpa dasar. Product Manager Vivo, Fendy Tanjaya, menjelaskan bahwa industri smartphone saat ini tengah berada dalam pusaran tantangan besar, terutama pada sektor komponen memori.
Fenomena ini selaras dengan prediksi para analis mengenai krisis RAM global yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2026. Melonjaknya permintaan chip memori untuk sektor Kecerdasan Buatan (AI) dan pusat data (data center) telah memaksa produsen komponen memprioritaskan server AI. Dampaknya, harga komponen seperti DDR5 meroket, yang diprediksi dapat mendongkrak harga jual perangkat konsumen hingga 40%.

Performa
Meski hadir dengan harga lebih tinggi, Vivo V70 mengusung spesifikasi yang tetap kompetitif di kelasnya. Perangkat ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 7 Gen 4 dengan fabrikasi 4nm. Di atas kertas, ponsel ini diklaim mampu mencetak skor AnTuTu mencapai 1,4 juta poin, didukung oleh teknologi LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1.
Kamera
Dari sisi visual dan fotografi, Vivo konsisten melanjutkan kemitraan dengan ZEISS. Pengguna disuguhi konfigurasi tiga kamera belakang meliputi:
- Kamera Utama 50MP dengan stabilisasi OIS.
- Kamera Telephoto 50MP dengan dukungan OIS.
- Kamera Ultra-wide 8MP.
Sistem Operasi
Vivo juga membekali perangkat ini dengan fitur perangkat lunak terbaru, OriginOS 6 berbasis Android 16. Fitur produktivitas seperti Origin Island dan One Tap Transfer menjadi nilai jual utama untuk memikat pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.
Baterai
Satu lompatan besar lainnya terlihat pada sektor daya. Vivo V70 dibekali baterai jumbo berkapasitas 6.500 mAh yang didukung pengisian daya cepat 90W. Kombinasi ini seolah menjadi jawaban Vivo atas kekhawatiran pengguna terhadap daya tahan baterai di tengah penggunaan aplikasi berbasis AI yang semakin intensif.
(amd)















