tautekno.id – Apple akhirnya resmi memboyong AirTag generasi kedua ke pasar Indonesia. Aksesori pelacak pintar ini terpantau telah tersedia di laman resmi distributor resmi Apple di Indonesia per Jumat (17/4/2026). Kehadirannya membawa angin segar sebab memiliki akurasi lebih tinggi dalam melacak barang.
Harga
Berdasarkan pantauan harga, AirTag generasi terbaru ini dibanderol senilai Rp 599.000 untuk kemasan tunggal (1 pack). Meski biasanya Apple menawarkan harga paket hemat untuk pembelian empat unit (4 pack), pantauan saat ini menunjukkan varian tersebut belum muncul di katalog distributor lokal.
Peningkatan Signifikan
Loncatan teknologi paling menonjol pada AirTag 2 terletak pada sektor konektivitas. Apple membenamkan chip Ultra Wideband (UWB) generasi kedua yang diklaim mampu memperluas jangkauan pelacakan secara drastis. Berikut beberapa fitur yang disematkan oleh Apple.
- Precision Finding: Fitur ini kini bekerja 50 persen lebih jauh dibandingkan model orisinalnya.
- Koneksi Bluetooth: Peningkatan pada modul Bluetooth memungkinkan deteksi dari jarak yang lebih ekstrem, meminimalisir area blind spot saat pencarian.
- Integrasi Apple Watch: Untuk pertama kalinya, pengguna Apple Watch Seri 9 ke atas atau Ultra 2 dengan watchOS 26.2.1 dapat menjalankan fitur Precision Finding langsung dari pergelangan tangan tanpa perlu merogoh iPhone.

Selain visual, Apple turut membenahi aspek audio. Speaker internal baru pada AirTag 2 kini memiliki volume 50 persen lebih lantang, memastikan bunyi ping tetap terdengar meski perangkat tertimbun di bawah tumpukan bantal atau berada di dalam tas yang tebal.
Fitur Berbagi Lokasi dan Keamanan Data
Inovasi lainnya adalah fitur Berbagi Lokasi. Pengguna kini dapat membagikan koordinat AirTag secara temporer kepada kontak terpercaya atau pihak ketiga. Fitur ini sangat berguna dalam skenario perjalanan udara, di mana pengguna bisa membagikan lokasi koper kepada lebih dari 50 maskapai mitra di seluruh dunia untuk mempercepat proses pencarian bagasi yang hilang.
Meski konektivitasnya semakin terbuka, Apple tetap mengedepankan privasi sebagai pilar utama. Hanya pemilik atau individu yang diberi izin yang dapat melihat lokasi AirTag. Seluruh data lokasi dienkripsi melalui jaringan Find My dan tidak disimpan secara permanen di perangkat.
Ketahanan dan Komitmen Lingkungan
Dari sisi daya tahan, AirTag generasi kedua tetap menggunakan baterai koin CR2032 yang dapat diganti sendiri oleh pengguna dengan masa pakai diklaim mencapai lebih dari satu tahun.
Tak hanya soal teknologi, Apple juga menunjukkan komitmen hijaunya melalui produk ini. Penutup perangkat kini menggunakan 85 persen plastik daur ulang, dan seluruh kemasan penjualannya dibuat dari 100 persen bahan serat, tanpa plastik sama sekali.
(amd)

















